PERLU ATAU TIDAK ?

Seringkali kita kaget bukan main saat dihadapkan pada razia motor mendadak di jalan sementara kita sedang asyik mengendarai sepeda motor di jalan. Kadang kita menggerutu sendiri, kenapa sih polisi kurang kerjaan pake nyetop-nyetop kendaraan, kita ini bukan penjahat atau pencuri kendaraan bermotor. Seringkali juga kita ogah-ogahan karena razia ini akan menyita waktu kita di jalan, sementara kita sedang tergesa-gesa karena banyak urusan yang musti diselesaikan di ujung jalan sana nanti. Belum lagi nanti kalau ketahuan ada yang ga beres dengan kendaraan kita, uang kita pasti berpindah tangan dengan mudahnya.

Sudah menjadi cerita klasik di negeri kita ini jika saat razia ini adalah saat dimana para aparat gencar mencari rezeki tambahan lewat keteledoran orang-orang yang entah dengan sengaja atau tidak sengaja tak membawa dokumen yang wajib dimiliki saat mengendara motor, seperti SIM dan STNK. Juga aksesoris wajib kendaraan yang tidak lengkap, seperti lampu sein tidak menyala atau bahkan tidak ada, yang penting jangan rem aja yang ga ada, bisa bahaya hahaha…Ada dua pihak yang berhubungan langsung dengan cerita klasik ini, pelanggar dan aparat. Pelanggar yang enggan berurusan panjang lebar dengan kasus tilang ini menitipkan uang sogokan kepada aparat biar mereka bisa melenggang dengan nyaman dari razia ini. Dan aparat yang kadang melakukan razia selagi ‘butuh’, ya kalau dompet di kantong lagi tipis maka dengan gerak cepat menyelinap di tepi tikungan dengan bersenjatakan peluit yang sudah ‘terkokang’ di mulut atau mengajak teman-temannya untuk meluncur ke tempat strategis dan melakukan razia mendadak… hehe…Sesaat setelah selesai menulis posting ini saya tertawa terbahak-bahak ketika menemukan artikel yang ada disini dan membacanya.

Sebenarnya perlu tidak sih razia alias operasi kelengkapan kendaraan bermotor ini?

By : Maungjablay