Kelangkaan Minyak tanah dan juga BBM ternyata tidak saja sehari dua hari. Kelangkaan sudah berjalan sebulan lebih, ketika dikonfirmasi ke Pertamina, alasannya adalah karena quota dari pemerintah memang diturunkan sehingga PERTAMINA sebagai suplayer hanya menjalankan amanahnya saja. Tapi dalam sesi selanjutnya ketika ditanya ada tidak persediaan? Dijawab Ada.. Tapi kok langka dan MAHAL pula.
Satu ungkapan juga yang disampaikan bahwa mutu minyak di Indonesia sangat bagus tapi gak cocok dengan kilang minyak di Indonesia makanya dijual dulu ke luar negeri dan uangnya dibelikan minyak yang agak kurang bagus tapi cocok dengan kilang minyak di Indonesia.
Kok aneh ya………??????

Itulah fakta yang terjadi menyangkut isu yang sekarang berkembang. Kami bersama-sama elemen gerakan mahasiswa lain (BEM, GMNI, HMI, PMII) dan juga LSM sedang mencermati dan terus berusaha melakukan upaya perbaikan atas kondisi ini. Sayangnya, kita hanya mampu sebagai presure dan tidak lebih dari itu. Dakwah yang bisa dilakukan hanyalah dengan lisan (karena kekuasaan kita tak/belum mampu menjangkaunya).

Banyak analisa memang menyangkut hal ini mulai dari yang sangat lunak (berhusnudzon) sampai yang super keras (Suudzon sekalian). Sebagai sebuah organisasi dari kelompok penekan yang bisa kita lakukan adalah terus dan terus memberikan presure, entah itu lewat media maupun melalui DPRD terkait. Setidaknya masalah-masalah seperti ini seharusnya mampu mendidik kita untuk lebih cerdas dan tidak lagi dipermainkan oleh kelompok penguasa, dari golongan manapun.

Yang aneh dari kelangkaan minyak tanah dan BBM ini, jika hanya dikurangi quota artinya tidak mempengaruhi harga, toh seharusnya cuma jatah per kepala kan yang berkurang, namun tidak bisa dipungkiri ternyata SUDAH LANGKA, HARGA MAHAL pula. Padahal masyarakat sudah ngantree sekian puluh meter panjangnya untuk sekeda ngedapetin 10 liter minyak tanah eh….eh masih dapat harga 2 kali lipat lagi. Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak kepentingan yang bermaen di dalamnya entah dari Pemerintah, pertamina, agen ,maupun pangkalan penyalur minyak tanah tersebut.

Sekali lagi semoga kita tidak sedang terbodohi…..

Bahkan kalo dulu berita kenaikan Tarif dasar listrik sedemikian gencar berita sehingga menimbulkan banyak reaksi, lha kali ini rekening PDAM naik diam-diam sehingga masyarakat tahunya “o o o memang tagihan saya naik”, tanpa sadar bahwa persen kenaikannya cukup signifikan,

So mari terus mengkaji, mengamati dan jangan lupa bertindak serta kasih solusi……..

Allahu Alam bish showwab…..